banner 728x250

Gajah Liar “Satwa Dilindungi Berkeliaran” Meresahkan Masyarakat.

banner 468x60

Nusantarazona.com,Tapung-Kampar,11-0226,Rombongan gajah liar Kantong Minas Tapung pengawasan BKSDA Riau sudah kurang lebih sepekan sejak 31 Januari 2025 hingga saat ini berada diseputaran Desa Kotagaro,

Rombongan gajah yang diperkirakan berjumlah 9 – 11 Ekor tersebut telah melintasi beberapa kebun warga dan merusak dengan cara memakan tanaman kelapa sawit dan juga merusak pondok yang berada didalam kebun tersebut. Keberadaan rombongan gajah sangat berpotensi konflik dengan masyarakat desa kotagaro yang mayoritas bertani yang ingin melindungi tanaman sebagai pendukung ekonomi masyarakat, namun masyarakat pun sadar hukum bawah gajah adalah satwa yang dilindungi dan kita semua warga negara wajib melindunginya,

Untuk Mengingatkan ,Kejadian ini bukan merupakan yang pertama kali, namun peristiwa ini sudah dianggap sebagai rutinitas musiman, berbagai upaya sudah pernah dimusyawarahkan oleh masyarakat Desa Kotagaro dengan pihak BKSDA Riau termasuk salah satunya adalah disepakati dengan membentuk Kelompok MPKG (Masyarakat Peduli Konflik Gajah), yang mana kelompok tersebut akan saling berbagi informasi dan sewaktu waktu dibutuhkan jika situasi dan kondisi mendukung kelompok MPKG akan melakukan penggiringan agar rombongan gajah bisa kembali lebih cepat kehabitatnya yaitu di Tahura Sultan Syarif Kasim Riau .

Upaya yang akan dilakukan oleh kelompok MPKG Desa Kotagaro ini seperti biasanya tidak luput dari bantuan Pihak BBKSDA Riau yaitu dengan memberikan akses Posisi GPS yang telah terpasang disalah satu rombongan gajah untuk memudahkan mengetahui keberadaan gajah, saat gagasan ini sudah berjalan kekhawatiran masyarakat yang bertani sedikit lebih nyaman sehingga secara tidak langsung mengurangi konflik antara manusia dan gajah, namun yang disayangkan saat ini menurut kabar yang diterima oleh masyarakat bahwa GPS yang terpasang pada gajah tersebut saat ini sudah tidak aktif, adapun GPS pada gajah aktif terakhir kali pada tanggal 25 Maret 2025 dan hingga saat ini tidak pernah memberikan informasi keberadaan kepada msyarakat, sehingga hal ini kembali membuat kerisauan dan kekhawatiran masyarakat seperti semula.

Keresahan Para Tokoh,Ninik mamak dan masyarakat dilandasi agar jangan nantinya terjadi konflik antar masyarakat dengan satwa tersebut ,jangan sampai ada juga jatuh korban baik dimasyarakat maupun Satwa tersebut.demikian diungkapkan keAwak media.

Permintaan kami selaku masyarakat Desa Kotagaro meminta kembali kepada pemerintah Provinsi Riau yang mana dalam hal ini adalah Pihak BBKSDA Riau agar kembali bisa membantu masyarakat dengan cara pengawasan posisi gajah yang dahulunya sudah terbantukan dengan pemberian akses GPS gajah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *